Mengoptimalkan Kesempatan Karir: Memahami Istilah Kunci dalam Dunia Rekrutmen

Dalam menjalani perjalanan karir, memahami istilah-istilah penting dalam proses rekrutmen
dapat menjadi kunci kesuksesan. Yuk kita eksplorasi beberapa frasa yang kerap muncul dalam
lowongan pekerjaan:


Hiring Manager: Navigasi Pintu Masuk Karir
Di setiap lowongan pekerjaan, kita sering menemui istilah Hiring Manager. Sosok ini memiliki
tanggung jawab besar dalam mewawancarai dan mengevaluasi kandidat. Sebelum memasuki
proses rekrutmen, keberhasilan dapat dimaksimalkan dengan mengetahui kontak atau akun
LinkedIn Hiring Manager untuk memahami preferensinya.


Kompensasi: Jaminan Penghargaan Profesional
“Kompensasi” tidak sekadar merujuk pada gaji, tetapi juga mencakup tunjangan dan manfaat
yang diterima karyawan saat menempati jabatan di perusahaan. Informasi mengenai
kompensasi atau benefit seringkali disampaikan dalam lowongan pekerjaan.


Passionate: Mencari Semangat dalam Kandidat
Kata “Passionate” sering dihadirkan oleh rekruter sebagai kualifikasi atau persyaratan dalam
lowongan pekerjaan. Tujuannya jelas: mencari kandidat yang memiliki keinginan dan
antusiasme tinggi terhadap posisi yang ditawarkan.


Hands-on: Menggali Detail Pekerjaan dan Tanggung Jawab
“Hands-on” merupakan istilah yang digunakan oleh rekruter untuk memberikan informasi
mendalam mengenai pekerjaan dan tanggung jawab. Hal ini dilakukan agar ekspektasi kandidat
sejalan dengan ekspektasi perusahaan.


Company Culture: Mengenal Lebih Jauh tentang Perusahaan
Pertanyaan seputar “company culture” kerap muncul saat wawancara, dimaksudkan untuk
mengukur seberapa dalam pengetahuan seorang kandidat mengenai budaya perusahaan yang
dilamar. Ini menciptakan kesan bahwa kandidat sangat ingin bergabung dengan perusahaan
tersebut.


Fit: Kesejajaran Kandidat dan Posisi
Kata “Fit” sering dijadikan alat oleh rekruter untuk menggambarkan sejauh mana kandidat
cocok dengan posisi yang tersedia.


Phone Interview: Langkah Akhir Menuju Sukses
Wawancara melalui telepon, atau phone interview, umumnya dilakukan untuk menyelesaikan
tahap akhir dalam proses rekrutmen.


Sertifikasi Profesional: Standar Prestasi Pekerja
Rekruter sering mencantumkan persyaratan sertifikasi profesional dalam lowongan pekerjaan.
Kandidat diharapkan memiliki sertifikat terkait posisi atau proyek tertentu.


Manajemen Kinerja: Mengukur Kinerja, Membentuk Performa
“Istilah Manajemen Kinerja” digunakan rekruter untuk mengukur hasil pekerjaan dan
mengubahnya menjadi nilai performa bagi seorang kandidat.


University Recruiting: Pintu Gerbang Lulusan Baru
Pada saat tertentu, rekruter sering mencari kandidat fresh graduate, dan beberapa perusahaan
menjalin kerjasama dengan universitas dalam proses rekrutmen.


Video Interview: Inovasi dalam Menghadapi Banyak Kandidat
Perusahaan yang menghadapi banyak kandidat umumnya menggunakan video interview.
Rekruter memberikan panduan tertentu, dan kandidat membuat video interview sesuai format
yang ditentukan.


Kualifikasi: Syarat Mutlak untuk Sukses
Kualifikasi mencakup persyaratan atau kriteria yang harus dipenuhi kandidat untuk memenuhi
standar posisi tertentu, termasuk pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan khusus.


Tes Keterampilan: Menilai Keahlian Khusus
Tes keterampilan dirancang untuk mengukur keterampilan spesifik yang diperlukan untuk
posisi tertentu, mencakup tes tertulis, simulasi, atau praktek.


Tes Kepribadian/Psikotes: Eksplorasi Kepribadian Kandidat
Tes ini mengukur karakteristik kepribadian kandidat, seperti kemampuan bekerja di bawah
tekanan atau tingkat kreativitas. Tes ini dapat dilakukan melalui wawancara atau tes tertulis.


Job Offer: Pintu Keberhasilan Dibuka
Job offer adalah tawaran resmi dari perusahaan kepada kandidat yang berhasil melewati proses
rekrutmen. Biasanya, dokumen ini memuat informasi mengenai gaji, tunjangan, dan
persyaratan pekerjaan.


Onboarding: Menyambut Karyawan Baru dengan Hangat
Proses onboarding mencakup persiapan karyawan baru untuk bergabung dengan perusahaan,
melibatkan pengenalan perusahaan, pelatihan karyawan, dan orientasi kerja.


Background Check: Memastikan Keandalan Kandidat
Proses pemeriksaan latar belakang dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang
disampaikan kandidat dalam proses rekrutmen. Hal ini mencakup verifikasi referensi,
pemeriksaan kriminal, dan validasi riwayat pendidikan serta pekerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Scan the code
👋 Selamat datang di TanyabuHRD! . apakah ada yang bisa kami bantu? Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui formulir kontak atau tombol WhatsApp di bawah ini.